Hatutan.com, (10 Juli 2024), Dili–Ribuan masyarakat wilayah Otoritas Oé-cusse, Senin malam (08/07/2024), padati lapangan Palaban, Oé-cusse, untuk menikmati dan menyaksikan Gebyar Pentas Budaya Persahabatan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Dili.
Oecusse merupakan wilayah Enklaf Timor-Leste yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Advertisement
Gebyar Pentas Budaya Persahabatan Indonesia-Timor Leste di Oé-cusse, 08 Juli 2024. Foto/KBRI Dili
“Masyarakat kedua negara harus bekerja sama dan saling mengenal untuk Indonesia dan Timor-Leste yang maju,” Ketua Wilayah Otoritas Oé-cusse-Ambeno, Rogéiro Taiago de Fatima Lobato dalam sambutannya.
Dikutip dari siaran pers yang diperoleh Hatutan.com dari KBRI Dili, Rabu (10/07/2024), bahwa gebyar pentas budaya persahabatan Indonesia-Timor Leste di Oé-cuse tidak hanya masyarakat Oé-cusse juga dihadiri para peserta dari Indonesia yang pagi harinya mengikuti Historic Cross-Border Run yang membawa peserta lari dari Wini, Indonesia ke Oecusse, Timor-Leste.
Gebyar Pentas Budaya Persahabatan merupakan salah satu kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh KBRI Dili sejak tahun 2022.
Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan persahabatan masyarakat Indonesia dan Timor-Leste, khususnya di wilayah perbatasan. Selain itu juga untuk mempromosikan budaya Indonesia melalui pertunjukkan budaya.
“Indonesia dan Timor-Leste merupakan negara yang bertetangga. Kita juga bersaudara. Maka dari itu, Indonesia dan Timor-Leste harus maju bersama. Dan semoga melalui acara rangkaian acara hari ini, kita bisa semakin lebih dekat dan mengenal satu sama lain,” ujar Okto Dorinys Manik, Duta Besar RI untuk Timor-Leste dalam sambutannya.
Pentas Budaya diramaikan oleh pertunjukkan dari artis Indonesia maupun Timor-Leste, yaitu Tasya Mardisa dan Jessy Lopez. Kedua artis membawakan lagu-lagu Timor-Leste maupun Indonesia yang hangat dikenal oleh masyarakat Timor-Leste.
Advertisement
Hadir sebagai bintang tamu adalah Wizz Baker. Penyanyi kelahiran Sorong, Papua Barat ini dikenal di kalangan pemuda Timor-Leste. Ia juga membawakan salah satu lagu hits-nya, yaitu Rindu Rumah.
Gebyar Pentas Budaya juga diramaikan dengan bazaar UMKM yang mempromosikan produk-produk lokal dari Indonesia maupun Timor-Leste. BUMN dan BUMS Indonesia juga turut meramaikan bazaar.
Panitia juga membagikan hadiah bagi para pemenang Historic-Cross Border Run Indonesia – Timor-Leste (HCBR). HCBR telah diselenggarakan pada pagi harinya dan telah diperoleh pemenang untuk kategori putri dan putra. Keseluruhan hadiah yang dibagikan sebesar US$ 3,500.