Hatutan.com, (04 September 2024), Atambua – Unidade de Patrulhamento da Fronteira (UPF) Timor Leste bersama Pasukan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif 742/SWY bersinergi dengan Polri melakukan apel kolaborasi jelang kunjungan Paus Fransiskus di Dili, pada 9-11 September mendatang.
Apel kolaborasi ini digelar di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motain, Minggu (01/9/2024). Sebanyak 55 orang yang terdiri dari 20 orang anggota Satgas Pamtas Sektor Timur, 15 orang anggota Polri dan 20 orang anggota UPF.
Advertisement
UPF, TNI dan POLRI berkolaborasi mengamankan wilayah perbatasan darat TL-RI. Foto/Istimewa
Komandan UPF Superintendente Polisi Euclides Belo mengatakan, apel akbar ini dinamai apel kolaborasi bersama TNI, POLRI dan UPF dengan tujuan untuk keseragaman penegakan keamanan di wilayah perbatasan menjelang kunjungan Paus Francisco ke Timor Leste yang dijadwalkan pada tanggal 09 sampai tanggal 11 September ini.
Hal ini dimaksudkan untuk memberi kenyamanan bagi pengunjung Nasrani dari Belu, TTU, TTS dan Kupang yang bakal menyeberangi wilayah perbatasan darat untuk menghadiri misa akbar yang dipimpin langsung oleh Paus Fransiskus di Tasi Tolu, Dili, 10 September 2024, pukul 16:00 Wtl.
Pihaknya bersama, Polri dan TNI sudah melakukan rapat dan telah menyepakati untuk sama-sama menjamin kemanan, serta kenyamanan bagi masyarakat NTT yang bakal menghadiri misa di Tasi Tolu, Dili.
“Saya sangat mengepresiasi Dan Sat Gas Tri yang telah berupaya dan membangun komunikasi untuk kami bisa memberi keamanan dan kenyamanan di wilayah perbatasan,” tandas Euclides Belo kepada wartawan.
Dari kota Atambua-NTT, Senin (02/09/2024), kontributor Hatutan.com melaporkan bahwa Satgas Pamtas Sektor Timur dipimpin Letkol Inf Trijuang Danarjati, Polri dipimpin Aiptu Imam UPF Timor Leste dipimpin Comandante Superintendente Polisia Euclides Belo.
Letkol Inf Trijuang Danarjati mengatakan, apel gelar pasukan kolaborasi ini dilakukan bertujuan untuk mengecek kesiapan kedua negara dalam menciptakan koordinasi strategis, serta sinergi operasional antara pasukan Pamtas NKRI dengan UPF Timor Leste.
Advertisement
“Langkah ini sebagai upaya proaktif kedua negara dalam memitigasi potensi ancaman keamanan yang mungkin muncul sepanjang jalur perbatasan dan di lokasi acara Misa Kudus Paus Fransiskus di Dili,” katanya.
Menurut Letkol Inf. Trijuang Danarjati, kunjungan Paus Fransiskus ke Timor Leste merupakan kunjungan kenegaraan dan pastoral, dalam kapasitasnya sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia dan kepala negara Vatikan.
“Sehingga kami harus siap siaga untuk memberikan pelayanan yang nyaman, aman dan lancar serta mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi bagi umat yang akan melaksanakan perlintasan menuju ke Dili, Timor Leste untuk melaksanakan Misa Kudus,” ungkapnya.
Letkol Inf Trijuang Danarjati berharap, seluruh umat Katolik dari Indonesia yang mengikuti Misa Kudus bersama Paus Fransiskus di Tasi Tolu, Timor Leste agar mematuhi ketentuan yang berlaku di kedua negara, sehingga umat dapat menjalani Misa Kudus dengan sempurna.
Apel kolaborasi ditutup dengan penandatanganan Border Agreement oleh Dansatgas Yonif 742/SWY dan UPF Timor Leste Comandante Superintendente Polisia Euclides Belo. ***