Hatutan.com, (11 September 2026), Dili— Pemimpin oposisi Timor-Leste sekaligus Sekretaris Jenderal dan Presiden Sementara FRETILIN, Mari Alkatiri, meminta Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto membantu mencari solusi terkait keberadaan jenazah para martir Timor-Leste yang hingga kini belum ditemukan.
Alkatiri mengapresiasi rencana kunjungan Presiden Prabowo ke Timor-Leste yang dinilainya dapat semakin memperkuat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Timor-Leste.
Ia berharap, momentum kunjungan tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk membahas persoalan keberadaan jenazah para pejuang dan korban konflik Timor-Leste yang hingga kini belum terungkap.
Permintaan tersebut, menurut Alkatiri, bukan merupakan upaya untuk membuka kembali persoalan masa lalu, melainkan bagian dari upaya menyelesaikan persoalan kemanusiaan yang masih menjadi perhatian masyarakat Timor-Leste.
“Saya pikir siapa pun yang berkuasa selalu meminta. Sejak zaman saya, saya telah meminta Indonesia untuk memberikan solusi atas jenazah para martir negara yang belum terjawab hingga hari ini,” kata Alkatiri kepada wartawan di Dili, Jumat (11/9/2026).
Ia menegaskan, persoalan tersebut tidak hanya menyangkut jenazah Presiden Nicolau Lobato, maupun David Alex Daitula, tetapi juga para korban lainnya yang hingga kini belum ditemukan.
“Bukan hanya jenazah almarhum Presiden Nicolau Lobato dan bukan hanya jenazah David Alex, tetapi juga jenazah para korban tewas. Saya meminta agar diberikan solusi atas jenazah semua martir negara yang belum terjawab hingga sekarang, termasuk pemuda yang hilang dan tewas dalam Pembantaian Santa Cruz pada 12 November 1991,” ujarnya.
Alkatiri mengatakan, dirinya memahami bahwa para pemimpin Timor-Leste saat ini juga terus menyuarakan persoalan tersebut kepada pemerintah Indonesia.
Menurut dia, permintaan itu harus dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan kedua negara, bukan sebagai persoalan yang dapat mengganggu persahabatan Indonesia dan Timor-Leste.
“Saya tahu bahwa para pemimpin saat ini juga bertanya. Saya bertanya bukan sebagai masalah, saya bertanya sebagai isu yang harus kita selesaikan agar persahabatan kita semakin kuat. Ini cara saya bertanya, bukan untuk menciptakan masalah,” katanya.
Sementara itu, dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Timor-Leste José Ramos-Horta di Istana Merdeka Jakarta pada 28 Agustus 2026, Presiden Prabowo Subianto menegaskan rencananya untuk mengunjungi Timor-Leste pada 2027.
Hingga kini, belum ada kepastian mengenai tanggal dan bulan kunjungan tersebut. Ramos-Horta mengatakan pemerintah Timor-Leste akan menyesuaikan agenda dengan waktu yang ditentukan Presiden Prabowo.
Ramos-Horta bersama mantan Presiden Timor-Leste, Xanana Gusmão, disebut akan menunggu kepastian jadwal kunjungan tersebut. (*)