Hatutan.com, (27 Mei 2022), Dili-Kesatuan Polisia Perbatasan (UPF/Unidade de Patrulhamento da Fronteira) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Batalyon Infantri 743/PSY terus memperkuat jalinan komunikasi dan hubungan harmonis di tapal batas Republik Demokrat Timor Leste (RDTL) dan Republik Indonesia (RI).
UPF dan TNI mengelar partoli bersama di tapal batas untuk mempererat hubungan harmonis. Foto/Istimewa
Untuk lebih mempererat hubungan harmonis tersebut, Komandan Kesatuan Polisi Perbatasan RDTL Superentendente (Letkol Polisi) Euclides Belo dan komandan Batalyon Infantri 743/PSY, Letkol Inf Andi Lulianto, Selasa lalu (24/05/2022), memimpin langsung patroli bersama di wilayah perbatasan darat antara kedua negara di Motaain, Maliana dan Badut Mean, Kabupaten Belu, Nusa Tengara Timur (NTT).
Patroli bersama tersebut selain untuk menjalin keharmonisan di antara kedua kesatuan, juga untuk mencegah terjadinya kasus penyelundupan barang di kawasan perbatasan.
Advertisement
Komandan Kesatuan Polisi Perbatasan RDTL Superentendente (Letkol Polisi) Euclides Belo, yang dihubungi Hatutan.com melalui pesan WhatsApp, Jumat (27/05/2022), mangatakatan, patroli bersama dimaksud untuk memperat hubungan harmonis antara TNI dan UPF untuk tetap berkoordinasi menjamin keamanan di tapal batas RDTL-RI.
“UPF mengadakan patroli dari Motaain menuju Badut Mean, sementara itu TNI dari wilayah Damar 2 dan kami bertemu di zona bebas,” ungkap Letkol Polisi Euclides Belo.
Dilansir antaranews.com bahwa selama periode November 2021 hingga Mei 2022 Satgas Pamtas RI-RDTL dari Batalyon Infantri telah mengagalkan 10 kasus penyelundupan di antaranya kasus penyelundupan mobil, motor, bahan bakar minyak, minuman keras, tembakau serta kayu cendana.