Hatutan.com, (19 Agustus 2025), Dili – Timor-Leste dan Indonesia memulai perundingan perbatasan maritim. Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmão menilai ini sebagai peluang baik bagi Negara Timor-Leste.
Baca juga: Xanana-Jokowi Bahas Batas Darat dan Kawasan Ekonomi TL-RI
Pada Selasa (19/08/2025) di Hotel Palm Spring, PM Xanana memberikan sambutan resmi kepada delegasi Indonesia yang diutus Presiden Prabowo Subianto untuk memulai perundingan resmi perbatasan maritim.
“Saya datang bukan untuk membuka, melainkan untuk memberi ucapan selamat kepada delegasi Indonesia yang diutus Presiden Prabowo untuk memulai perundingan resmi perbatasan maritim,” ujar PM Xanana.
Xanana mengatakan bahwa Timor-Leste telah meminta untuk memulai perundingan perbatasan maritim, tetapi Indonesia ingin membuat perjanjian berdasarkan hukum internasional yang menganggap daratan sebagai penguasa lautan. Saat bertemu Presiden Prabowo Subianto dalam pelantikan pada 20 Oktober 2024, PM Xanana hanya mendapat sinyal positif untuk membuka proses negosiasi perbatasan laut.
“Hari ini dan besok kita mulai. Delegasi Indonesia juga datang dengan niat untuk berpartisipasi dengan itikad baik sesuai hukum internasional, guna menemukan solusi yang memperkuat persahabatan kita,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa diskusi ini tidak akan langsung membuahkan hasil, tetapi akan berlanjut untuk waktu yang lama.“(Negosiasi) Ini tidak akan diselesaikan besok atau lusa, tetapi pada waktu yang tepat bagi kita,” tegas Xanana.
Oleh karena itu, PM Xanana menilai negosiasi perbatasan laut tidak akan memakan waktu cepat, tetapi membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai pembahasan yang tuntas.
Negosiasi perbatasan laut antara Timor-Leste dan Indonesia dianggap sebagai bagian penting dari upaya diplomatik untuk memperjelas kedaulatan maritim dan memperkuat hubungan bertetangga yang baik.
Reporter : Marcelino Tomae