Hatutan, (22 September 2025), Dili – Perdana Menteri (PM) Xanana Gusmão menegaskan komitmen solidaritas Timor Leste dengan memberikan bantuan kemanusiaan sebesar USD 2,5 juta kepada korban banjir di Bali, Indonesia, merupakan wujud rasa persaudaraan kemanusiaan yang sejalan dengan ajaran Paus Fransiskus kepada rakyat Timor Leste.
Perdana Menteri Xanana Gusmão. Foto/Marcelino Tomae
Berbicara kepada wartawan di Bandara Internasional Preziden Nicolau Lobato, Comoro, Dili, Senin (22/9/2025), Perdana Menteri Xanana Gusmão, menuturkan bahwa rakyat Timor Leste masih merasakan sukacita setelah kunjungan Paus Fransiskus beberapa pada 09-11 September 2024.
Ribuan orang memadati Tasi-Tolu untuk mendengarkan pesan persaudaraan kemanusiaan yang disampaikan Paus.
Advertisement
“Kami memberi bukan karena negara ini sahabat kami atau bukan, tetapi karena ada rakyat yang menderita. Kami juga pernah memberi bantuan kepada Maroko, negara yang bahkan tidak kami kenal dekat, karena kami ingin membantu orang-orang yang membutuhkan. Solidaritas ini adalah bentuk nyata ajaran Paus Fransiskus yang harus kita wujudkan,” ujar PM Xanana.
Ia menegaskan bahwa bantuan ini ditujukan langsung kepada masyarakat yang terdampak, bukan kepada pemerintah semata.
“Yang penting adalah membantu orang yang menderita,” tegasnya.
Sebelumnya, pada Jumat (12/9/2025), Dewan Menteri dalam sidang luar biasa telah menyatakan solidaritas kepada rakyat Indonesia, khususnya Provinsi Bali, menyusul banjir besar yang melanda wilayah tersebut.
Advertisement
Hujan deras menyebabkan luapan sungai, tanah longsor, serta kerusakan parah pada rumah, jalan, jembatan, dan infrastruktur penting lainnya. Sedikitnya 14 orang dilaporkan meninggal dunia, banyak yang masih hilang, dan ratusan warga harus mengungsi.
Kerusakan tersebut juga berdampak serius pada kegiatan ekonomi dan pariwisata di Bali. Untuk itu, Dewan Menteri menyetujui rancangan Resolusi Pemerintah yang diajukan PM Xanana, mengesahkan pemberian sumbangan sebesar US$2,5 juta guna mendukung upaya bantuan kemanusiaan dan pemulihan masyarakat yang terdampak bencana.