Connect with us

Indonesia

Insiden Penembakan WNI di Perbatasan RI-RDTL, Polda NTT Perkuat Koordinasi dengan Otoritas Timor-Leste

Published

on

Hatutan.com, (22 Agustus 2025), Kupang – Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (22/08/2025),  mengeluarkan pernyataan resmi terkait dugaan insiden penembakan yang mengakibatkan meninggalnya seorang warga negara Indonesia (WNI) asal Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, di Republik Demokratik Timor-Leste (RDTL).

Baca juga: Parlemen Timor-Leste Desak Investigasi Tuntas Kematian WNI di Perbatasan

Aparat keamanan Indonesia melakukan penyilidikan atas kematian seorang WNI di perbatasan Timor-Leste. Foto/Istimewa

Polda NTT menegaskan komitmennya untuk menangani peristiwa ini secara profesional dengan pendekatan damai dan kolaboratif, guna memperkuat keamanan bersama di kawasan perbatasan.

Menurut Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, insiden ini terjadi pada Sabtu, (16/8/2025), sekitar pukul 18.00 Wita korban ATB alias Abel (33) bersama sekitar 20 orang rekannya masuk ke wilayah Timor-Leste untuk berburu hewan liar.

Advertisement

Mereka membagi diri menjadi beberapa kelompok kecil beranggotakan empat orang. Saat berada di kawasan Fatumea, Distrik Suai, Kobalima, Timor-Leste, pada malam hari, kelompok korban mendengar suara tembakan dan teriakan.

Hal tersebut membuat korban terpisah dari rombongan. Pencarian dilakukan hingga akhirnya korban ditemukan oleh keluarga dalam keadaan meninggal dunia di hutan Timor-Leste.

Polsek Tasifeto Timur baru menerima laporan tentang kejadian itu pada Minggu, (17/8/2025) pukul 14.30 Wita, bahwa korban tewas diduga akibat tertembak.

Kombes Pol Henry Novika Chandra mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) secara teliti.

Pihak kepolisian mengimbau warga agar tidak melanggar batas negara melalui jalur ilegal, serta berkoordinasi dengan Atase Kepolisian RI-RDTL dan otoritas Timor-Leste untuk proses investigasi transparan.

Advertisement

“Lokasi kejadian sekitar 3 kilometer dari perbatasan RI-RDTL, di tengah hutan jauh dari pemukiman. Karena berada di wilayah Timor-Leste, penanganan kasus menjadi kewenangan otoritas setempat. Kami terus berkoordinasi agar informasi lengkap bisa diperoleh,” ungkap Kombes Henry Novika Chandra.

Jenazah korban sebelumnya dibawa oleh keluarga ke Pos TNI Fatubesi Takirin, sebelum dievakuasi ke RSUD Atambua. Pihak keluarga menolak otopsi dan telah membuat surat pernyataan resmi.

Pengamanan Perbatasan Ditingkatkan

Polres Belu juga memperkuat patroli bersama Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif 741/GN. Masyarakat diingatkan agar tidak melintas ke Timor-Leste melalui jalur tidak resmi.

“Kami siap memfasilitasi warga yang membutuhkan akses legal melalui pos perbatasan resmi,” tegas Kombes Henry Novika Chandra.

Advertisement

Selain menangani kasus ini, Polda NTT juga mendorong langkah pencegahan jangka panjang melalui edukasi masyarakat dan kerja sama bilateral dengan Timor-Leste.

“Kami menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya korban ATB alias Abel. Keamanan perbatasan adalah tanggung jawab bersama,” tutup Kombes Henry Novika Chandra.

Sementara itu, juru bicara Kepolisian Nasional Timor-Leste (PNTL) Inspektur João Belo dos Reis, saat ini aparat keamanan Timor-Leste dan Indonesia tengah mengupayakan investigasi lebih lanjut.

Dia menjelaskan bahwa tempat kejadian perkara  berjarak sekitar 18 kilometer dari Unit Polisi Perbatasan (UPF) Bee Lulik Kraik. Kasus ini diduga terjadi penembakan dengan senapan anggin, namun proses penyelidikan akan tetap dilanjutkan.

“Aparat kemanan kedua negara telah berkoordinasi untuk tujuan penyelidikan bersama untuk mengungkap kebenaran kasus ini,” ujar Inspektur João Belo dos Reis kepada wartawan di Dili.

Advertisement

Timor-Leste dapat melakukan rekonstruksi karena kematian berada di wilayah Timor-Leste dan oinvestigasi  kedua negara dapat melakukan rekonstruksi bersama di TKP.

Baca juga: PNTL Dalami Kasus Penembakan WNI di Perbatasan Fatumetan

Kontributor Hatutan.com

 

Advertisement
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Indonesia

Ricuh Jelang Eksekusi Tanah di Atambua, Warga Serang Aparat dengan Petasan dan Batu

Published

on

By

Hatutan.com, (05 Desember 2025), Atambua– Situasi mencekam terjadi di Halifehan, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, jelang eksekusi lahan oleh pihak pengadilan Negeri Atambua di Jalan Marsda Adi Sucipto, Kelurahan Tulamalae, Jumat (05/12/2025).

(more…)

Continue Reading

Indonesia

Jurnalis Dibungkam: Kekerasan dan Intervensi Warnai Aksi 25–30 Agustus 2025

Published

on

By

Hatutan.com, (01 September 2025), Jakarta— Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mengecam kekerasan dan intervensi yang dialami jurnalis dan media dalam meliput aksi berdarah 25-30 Agustus 2025 lalu.

(more…)

Continue Reading

Indonesia

TNI-Polri Redamkan Warga Inbate Usai Bentrok di Tapal Batas RI-RDTL

Published

on

By

Hatutan.com, (27 Agustus 2025), Kupang – Pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama  Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Selasa (26/08/2025), terjung langsung ke Desa Inbate, Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk meredam konflik pasca bentrok antar warga di perbatasan RI-RDTL.

(more…)

Continue Reading

Trending