Connect with us

Edukasaun

UNESCO Jakarta akan Selenggarakan Pertemuan Internasional Rekonsiliasi Konflik dan Pembangunan Perdamaian di Asia Tenggara

Published

on

Hatutan.com, (22 November 2022), Dili-Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Educational, Science, and Cultural Organization – UNESCO) Jakarta akan menyelenggarakan Pertemuan Internasional tentang Rekonsiliasi Konflik dan Pembangunan Perdamaian di Asia Tenggara dan sekitarnya atau International Meeting on Conflict Reconciliation and Peacebuilding in Southeast Asia and Beyond.

Baca Juga : Wujudkan Pemajuan Kebudayaan, Indonesia Mengapresiasi Festival Musik dan Budaya Atauro

November 4 UNESCO Day. Foto/UNESCO

Dikutip dari siaran pers dari UNESCO Jakarta, Selasa (22/11/2022), bahwa peremuan internasionál tersebuk akan diadakan di Bali-Indonesia, Rabu-Kamis, 23- 24 November 2022.

Pertemuan ini sebagai bagian dari inisiatif proyek Pendidikan Sejarah dan Perdamaian UNESCO, pertemuan akan membahas tentang pentingnya pendidikan sejarah sebagai alat yang kuat yang dapat digunakan untuk mempromosikan rekonsiliasi dan pembangunan perdamaian di tingkat nasional, regional dan internasional.

Advertisement

“Mempromosikan perdamaian melalui pendidikan adalah inti dari misi UNESCO. Seperti yang terukir dalam Konstitusi UNESCO, sejak perang dimulai di benak manusia, di benak manusialah pertahanan perdamaian harus dibangun. Perdamaian lebih dari sekadar tidak adanya konflik atau kekerasan. Ini berarti keadilan dan kesetaraan sebagai dasar untuk hidup bersama secara harmonis dan bebas dari kekerasan,”  kata Mohamed Djelid, Direktur Biro Regional UNESCO untuk Sains di Asia dan Pasifik dan Perwakilan untuk Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Timor-Leste.

Ia menambahkan banyak negara di dunia, terutama yang mengalami pengalaman traumatis seperti kolonialisme, pendudukan, perang dan konflik, berjuang dengan kenangan masa lalu. Pemahaman tentang sejarah sangat penting bagi masyarakat, agar mampu untuk mengambil pengalaman masa lalu yang sulit agar dapat mencegah kesalahan yang sama, dan untuk membangun masa depan yang lebih adil.

Dalam rangka mewujudkan pendidikan sejarah yang lebih berkualitas, di satu sisi penting untuk mengembangkan kurikulum sekolah yang terintegrasi, dimana di sisi lain penting juga untuk membangun kapasitas guru dalam pedagogi. Selain pendidikan formal di sekolah, pendidikan nonformal melalui museum, tugu peringatan, dan arsip dapat berperan penting dalam mendukung pendidikan sejarah.

Dengan latar belakang ini, pertemuan yang diselenggarakan oleh UNESCO bertujuan untuk memberikan ruang bertukar praktik baik tentang kebijakan pendidikan nasional untuk pendidikan sejarah dan perdamaian. Serta berbagi praktik baik tentang pendidikan nonformal untuk sejarah dan perdamaian melalui arsip, pameran, dan situs memorial.

Sekitar 40 peserta, termasuk pejabat tinggi pemerintah dan praktisi dari tujuh negara yaitu, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Filipina, Republik Korea, dan Timor-Leste akan berdiskusi dalam pertemuan ini.

Advertisement

Menteri Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Timor-Leste, Armindo Maia, menyampaikan pendidikan perdamaian hanya dapat dicapai melalui integrasi sejarah lokal ke dalam kurikulum nasional.

“Untuk mencapai tujuan bersama ini setiap elemen dalam negara harus berperan aktif melalui penelitian dengan pembuat sejarah, menulis sejarah berdasarkan sudut pandang masing-masing mulai dari rakyat biasa hingga mereka yang telah memainkan peran penting di masa lalu. Dan yang paling penting adalah, sejarah harus menjadi pusat pendidikan perdamaian, pembangunan bangsa dan rekonsiliasi,” katanya.

Selain perwakilan negara-negara di atas, Institut Perdamaian dan Rekonsiliasi ASEAN (ASEAN Institute for Peace and Reconciliation – AIPR) dan g7+ juga akan berpartisipasi untuk memberikan perspektif regional dan internasional terhadap isu sejarah dan pendidikan perdamaian.

Mohamed Djelid, Direktur UNESCO untuk Biro Regional Sains di Asia dan Pasifik dan Perwakilan untuk Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Timor-Leste, akan memberikan sambutan untuk para peserta pertemuan, dan Menteri Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Timor-Leste, Armindo Maia,  akan berkenan membuka pertemuan tersebut.

Peserta penting lain yang akan hadir termasuk Kwon Hae-seong, Duta Besar Misi Republik Korea untuk ASEAN; KHUON Vichheka, Deputi Direktur Jenderal Administrasi dan Keuangan Kamboja; dan Gloria Jumamil-Mercado, Wakil Sekretaris Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Organisasi, Departemen Pendidikan Filipina.

Advertisement

Pertemuan penting ini mendapat dukungan dana dari Pemerintah Korea melalui Badan Kerjasama Internasional Korea (Korea International Cooperation Agency – KOICA)

Proyek Pendidikan Sejarah dan Perdamaian UNESCO di Timor-Leste

Dalam mendukung visi global untuk Pendidikan Transformatif, Proyek ini bertujuan untuk 1) membangun dan meningkatkan kapasitas guru mata pelajaran sejarah dengan menggunakan modul pelatihan pendidikan sejarah dan perdamaian yang komprehensif; 2) memberikan dukungan dalam membangun sistem manajemen arsip dan perpustakaan yang berkelanjutan di Pusat Nasional Chega untuk melestarikan dan mempromosikan memori masa lalu masyarakat Timor-Leste untuk menciptakan budaya damai; dan 3) juga memperkuat kapasitas dan kemitraan nasional dan regional untuk rekonsiliasi konflik dan pembangunan perdamaian untuk pembangunan berkelanjutan melalui kerjasama utara-selatan dan selatan-selatan.

ASEAN Institute for Peace and Reconciliation (ASEAN-IPR) adalah pusat pengetahuan dan pusat keunggulan ASEAN dalam membangun kapasitas resolusi konflik dan rekonsiliasi dan untuk memperkuat nilai-nilai berorientasi perdamaian menuju harmoni, perdamaian, keamanan dan stabilitas di kawasan ASEAN dan sekitarnya. About Us – ASEAN-IPR (asean-aipr.org)

g7+ adalah organisasi antar pemerintah yang terdiri dari negara-negara yang terkena dampak konflik yang disatukan oleh visi perdamaian, stabilitas, dan pembangunan di negara mereka dan di manapun di dunia. Home – g7plus

Advertisement

Reporter : Rogério Pereira Cárceres

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Edukasaun

Tara An La’ós Solusaun Ba Problema, Ko’alia Sai Labele Rai Presaun

Published

on

By

Hatutan.com, (01 Abríl 2026), Díli-Arsebispu Arkedioseze Metropolitana Díli, Mgr. Virgílio Kardeál do Carmo da Silva, SDB hateten, tinan ikus-ikus ne’e foinsa’e oho an liuhusi  tara an,  la’ós solusaun ba  problema, sempre iha dalan seluk hodi rezolve problema ko’alia sai ba família no kolega.

(more…)

Continue Reading

Edukasaun

Dubes Okto Dorinus Manik Telah Memfasilitasi 1.700 Beasiswa Bagi Warga Timor Leste

Published

on

By

 Hatutan.com (31 Maret 2026,), Dili– Duta Besar Republik Indonesia untuk Timor-Leste, Okto Dorinus Manik, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas masa tugas selama empat tahun empat bulan di Timor Leste. Selama mandatnya, ia mencatat pencapaian signifikan di bidang pendidikan dengan memfasilitasi lebih dari 1.700 beasiswa bagi warga Timor Leste.

(more…)

Continue Reading

Edukasaun

FDCH Laiha Koñesimentu Bolsu Estudu SEKOMS Bá Jornalista Na’in-10

Published

on

By

Hatutan.com, (13 Marsu 2026), Díli– Fundo de Desenvolvimento do Capital Humano (FDCH) laiha koñesimentu ba bolsu estudu ne’ebé fasilita husi Sekretáriu Estadu Komunikasaun Sosiál  (SEKOMS), Expedito Dias Ximenes ba jornalista na’in-10 hodi kontinua sira-nia estudu iha Universidade Nasionál Timor Lorosa’e (UNTL).

(more…)

Continue Reading

Trending