Connect with us

Nasionál

Xanana Berharap Pemimpin ASEAN Mencari Solusi Penyelesaian Konflik di Myanmar

Published

on

Hatutan.com, (03 Agustus 2023), Díli- Tokoh perjuangan kemerdekaan Timor Leste  selaku Perdana Menteri Timor Leste, Xanana Gusmão, berharap pemimpin negara-negara anggota ASEAN segera mencari solusi penyelesaian atas konflik di Myanmar.

Baca Juga : PBB Kecam Penahanan Suu Kyi oleh Militer Myanmar

Perdana Menteri Timor Leste, Xanana Gusmão. Foto/Elio dos Santos da Costa

“Sebagai Perdana Menteri Timor Leste, saya menyatakan Timor Leste belum bisa tergabung dalam ASEAN jika para pemimpin negara-negara anggota ASEAN belum punya kemampuan untuk  menyelesaikan konflik yang berkepanjangan di Myanmar,” ungkap Xanana Gusmão menjawab Hatutan.com di Istana Negara, Dili, Rabu (03/08/2023).

Xanana menegaskan Timor Leste sebagai negara demokrat sangat tidak menghendaki junta militer terjadi di negara-negara kawasan ASEAN.

Advertisement

“Timor Leste juga memiliki berbagai masalah sosial dan politik tetapi tidak menghendaki kudeta oleh militer. Pemilihan presiden (Pilpres) 2022 dan Pemilihan Parlementer 2023 semuanya berjalan lancar dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi. Junta militer di Myanmar sudah sering kali melakukan pelangaran hak asasi manusia dan tidak menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi,” ungkap Xanana Gusmão.

Xanana menegaskan sikap Timor Leste untuk konflik Myanmar seiring dengan sikap Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres yang mengecam penahanan pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi oleh junta militer.

“Salah satu kondisi bagi Timor Leste untuk bergabung menjadi anggota ASEAN adalah  bagaimana pimpinan negara-negara anggota ASEAN menyakini penyelesiaan konflik Myanmar dan mengharapkan pemimpin ASEAN untuk tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia dan nilai-nilai demokrasi,” ungkap Xanana.

Timor Leste, kata Xanana, tidak menerima segala tindak pelangaran hak asasi manusia  yang dilakukan junta militer dan penahanan terhadap pimpinan de facto Myanmar Aung San Suu Kyi.

Konflik internal di Myanmar (sumber: Wikipedia) mengacu pada serangkaian pemberontakan yang berlangsung sejak 1948 ketika negara ini bernama Burma merdeka dari Inggris. Konflik ini sebagian didasarkan kepada perlawanan antar etnis-etnis di Myanmar yang membentuk pasukan bersenjata mereka sendiri melawan angkatan bersenjata Myanmar, Tatmadaw, untuk memperjuangkan hak demokrasi mereka. Konflik ini telah digambarkan sebagai ‘Perang Saudara Terpanjang di Dunia’ karena telah berlangsung selama tujuh dekade.

Advertisement

Reporter : Vito Salvadór

 

 

Advertisement
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Nasionál

Fransa Aprofunda Kooperasaun Bilaterál ho Timor-Leste

Published

on

By

Hatutan.com,  (22 Jullu 2026), Díli— Governu Fransa reafirma kompromisu atu aprofunda no diversifika kooperasaun bilaterál ho Timor-Leste iha área oioin, inklui defeza, ekonomia, turizmu, kultura no edukasaun.

(more…)

Continue Reading

Nasionál

HABADA Husu MP Nia Seriedade Posesa Autór Sira Ne’ebé Presta Ona Deklarasaun Kona-bá Fasilita Jet Privadu Aterra iha IPNL

Published

on

By

Hatutan.com (21 Jullu 2026) Díli-Diretór Ezekutivu Hali Ba Dame (HABADA) Abel Amaral, husu Ministériu Públiku (MP) prosesu ho sériu ba autór ka ema sira ne’ebé ba presta ona  deklarasaun iha MP, kona-bá private jet “siluman” ho tipu Cessna Citation 700 Longitude (C700)  tun iha Aeroportu Internasionál Prezidente Nicolau Lobato (INPL), Kuarta, 01 Jullu 2026.

(more…)

Continue Reading

Nasionál

PM Xanana Husu Nafatin Jornalista Sira Mellora Kbiit Análize

Published

on

By

Hatutan.com, (16 Jullu 2026), Díli–  Primeiru Ministru (PM), Xanana Gusmão, kontinua husu jornalista sira atu mellora didiak sira-nia kbiit análize hodi fó sai informasaun ka notísia ida kle’an no rigór.

(more…)

Continue Reading
Advertisement

Trending