Connect with us
Pakote Ahi

Nasionál

Pertama dalam Sejarah, Pilpres TL dengan 16 Kandidat

Published

on

Hatutan.com, (19 Maret 2022), Dili-Tahun 2022 ini, Timor Leste kembali menggelar pesta demokrasi pemilihan presiden. Pertama dalam sejarah, pilpres kali ini menghadirkan 16 kandidat. Inilah jumlah terbanyak kandidat pilpres yang pernah terjadi dalam sejarah Timor Leste.

Baca juga: Xanana Pastikan Kemenangan Horta di Putaran Pertama Pilpres 2022

Salah seorang warga desa Maubisse kota, Munisipiu Ainaro menunjukan jarinya setelah ia mencoblos di salah satu TPS di Maubisse, Sabtu (19/03/2022). Foto/Hatutan.com

Rakyat Timor Leste telah beberapa kali menyelenggarakan pilpres. Pilpres pertama digelar pada 2002 di mana calon presidennya hanya dua orang, yakni mantan Komandan FATLINTIL, Xanana Gusmão dan almarhum Proklamator kemerdekaan Timor Leste, Francisco Xavier do Amaral. 

Pemilihan presiden Timor Leste hingga saat ini sudah sebanyak empat kali. Pilpres pertama diselenggarakan pada 2002 dengan masa jabatan presiden 2002-2007. Saat itulah, untuk pertama kalinya dalam sejarah, rakyat dapat memilih langsung presidennya dan panglima perang FALINTIL, José Alexandre Xanana Gusmão. Xanana Gusmão terpilih secara demokratis dan mendapat sumpah di hadapan umum bertepatan dengan perayaan restorasi kemerdekaan Timor Leste yang berlangsung megah dan meriah di Tasi Tolu, Dili, 20 Mei 2002. 

Advertisement

Selanjutnya pemilihan presiden kedua kalinya berlangsung tahun 2007 diikuti delapan calon presiden, di antaranya, Francisco Guterres “Lú Olo’ dari partai FRETILIN, Almarhum Francisco Xavier do Amaral (ASDT), almarhum Fernando de Araújo “Lasama” (PD), Lucia Lobato (PSD), Manuel Tilman (KOTA), Avelino Coelho da Silva (PST), dan almarhum João Viegas Carrascalão dari partai UDT.

Peraih hadiah Nobel Perdamaian, José Ramos-Horta maju selaku calon presiden independen yang mendapat restu penuh dari tokoh pejung Timor Leste, Xanana Gusmão. Pada putaran kedua, Horta menang dari lawannya Franicsco Guterres “Lú Olo” dari partai bersejarah FRETILIN.

Pemilihan presiden ketiga belangsung pada tahun 2012 di mana masyarakat Timor Leste memilih 12 kandidat yang tujuh di antaranya diusung partai, seperti Francisco Guterres “Lú Olo” calon presiden yang tetap diusung partai FRETILIN, Fernando de Araújo “Lasama” (PD), José Luis Guterres “LUGU” (FRENTI-MUDANÇA), Abilio Araújo (PNT),  Manuel Tilman (KOTA), Francisco Gomes (APMT) dan  mantan panglima pertahanan Timor-Leste, Taur Matan Ruak yang dicalonkan partai PLP dan CNRT).

Sementara itu, ada pula lima orang calon presiden independen, di antaranya Angelita Pires, Maria do Céu, almarhum Lucas da Costa, José Manuel Ramos-Horta dan Rogerio Tiago Lobato.

Dari pemilihan tersebut, Taur Matan Ruak yang mendapat restu dari Xanana Gusmão memenangkan pemilihan tersebut pada putaran kedua atas lawannya Francisco Guterres “Lú Olo”. 

Advertisement

Berikutnya, pilpres ketiga kali diselengarakan pada tahun 2017  dengan delapan kandidat, yakni Francisco Guterres “Lú Olo” dari partai FRETILIN yang mendapat dukungan dari Xanana Gusmão juga partai CNRT, António da Conceição “Kalohan” (PD),  José Luis Guterres “LUGU” (FRENTI-MUDANÇA), Maria Ângela Freitas da Silva (Trabalhista/partai Buruh), José Neves (independen), Luis Alves Tilman (independen), António Maher Lopes (independen) dan Amorin Viera (independen).

Dalam pemilih tersebut, Capres Francisco Guterres “Lú Olo” menang mutlak dengan perolehan suara 295.048 (57,1%) dari total pemilih 743,150 orang. Lú Olo menjabat presiden untuk periode 2017-2022.

 16 kandidat

Tahun ini, berlangsung pilpres bersejarah di Timor Leste karena diikuti 16 kandidat. Mereka adalah Isabel da Costa Ferreira, Hermes da Rosa Correia Barros, Maria Ângela Freitas da Silva, Rogério Tiago Fátima Lobato, Maria Helena Lopes de Jesus Pires, Tito da Costa Cristóvão, Antero Benedito Silva, Constâncio da Conceção Pinto, Virgílio da Silva Guterres, dan Felizberto Araújo Duarte. 

Sedangkan, calon dari partai di antaranya adalah Anacleto Bento Ferreira (PDRT), Francisco Guterres “Lú Olo” (FRETILIN),  Armanda Berta dos Santos (KHUNTO),  Martinho Germano da Silva Gusmão (PUDD), José Manuel Ramos-Horta (CNRT),  Mariano Assanami Sabino Lopes (PD).

Advertisement

Ke-16 capres tersebut, masing-masing telah memilih di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) di seputaran kota Dili, terkecuali capres  Jenderal (purnawirawan) Tito da Costa Cristovão alias Lere Anan Timur yang memilih di daerah kelahirannya di Munisipiu Lautem. Demikian pula, capres dari partai KHUNTO, Armanda Berta dos Santos menyampaikan hak pilihnya di salah satu TPS di Munisipiu Ainaro.

 Reporter: Francisco Belo Simões

Kontinua Le'e
Advertisement
Hakarak Hato'o Komentariu?

Husik Hela Komentariu

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Nasionál

Uniaun Europeia, ILO ho TradeInvest Asina Akordu bá Espansaun Oportunidade Negósiu Nu’u iha TL

Published

on

Hatutan.com, (23 Maiu 2024), Díli—Organizasaun Internasionál bá Traballu (ILO) no TradeInvest Timor-Leste asina akordu kooperasaun téknika, kona-bá oportunidade hodi dezenvolve negósiu nu’u iha Timor-Leste hamutuk ho seitór privadu sira.

(more…)

Kontinua Le'e

Nasionál

Kapasidade Internet Husi Tore Provider Telekomunikasaun Sira iha TL La Sufisiente

Published

on

Hatutan.com, (22 Maiu 2024), Díli-Internet sai ona hanesan nesesidade importante bá ema nia moris loron-loron nian iha mundu iha era dijitalizasaun ne’e. Maske nune’e,  Timoroan sira ne’ebé hela iha Timor-Leste sempre halerik no kestiona kapasidade internet ne’ebé fornese husi tore provider telekomunikasaun hanesan Timor Telecom, Telkomcel ho Telemor.

(more…)

Kontinua Le'e

Nasionál

Horta ho Xanana Tuun Direta Simu Liurai Brunei Darussalam Majestade H. Hassanal Bolkiah

Published

on

Hatutan.com, (20 Maiu 2024), Díli- Prezidente Repúblika (PR), José Ramos-Horta ho Primeiru-Ministru Kay Rala Xanana Gusmão hamutuk ho membru governu sira simu ho ksolok prezensa Sua Majestade Haji Hassanal Bolkiah, Sultaun Brunei Darussalam ne’ebé too  iha Repúblika Demokrátika Timor-Leste hodi partisipa iha selebrasaun loron Restaurasaun independénsia ba dala-XXII (20 Maiu 2002-20 Maiu 2024).

(more…)

Kontinua Le'e
Advertisement

Trending