Hatutan.com, (08 September 2026), Kupang— Timor-Leste dan Nusa Tenggara Timur (NTT) akan menggelar kompetisi off-road internasional di kawasan Cristo Rei, Dili, Timor-Leste. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat hubungan dan ikatan persaudaraan masyarakat Timor-Leste dan NTT.

Pertemuan panitia penyelenggara off-road TL-NTT yang dipimpin Daniel Sword Gusmão bersama rombongan dari Timor-Leste dengan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena di Ruang Kerja Gubernur NTT, Rabu (2/9/2026). Foto/Istimewa
Persiapan kegiatan tersebut dibahas dalam pertemuan panitia penyelenggara yang dipimpin Daniel Sword Gusmão bersama rombongan dari Timor-Leste dengan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena di Ruang Kerja Gubernur NTT, Rabu (2/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, panitia menyerahkan undangan secara langsung kepada Gubernur Melki untuk menghadiri sekaligus terlibat dalam penyelenggaraan kompetisi off-road internasional tersebut.
Mewakili rombongan, Konsul Timor-Leste, Espedito da Conceicao Ribeiro, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur NTT yang telah menerima panitia.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bapak Gubernur yang sudah mau menerima kami. Kami datang untuk menyerahkan undangan secara langsung dan berharap Bapak Gubernur dapat ikut terlibat. Kami juga berharap dukungan Pemerintah Provinsi NTT untuk bersama-sama menyukseskan kegiatan ini,” ujar Espedito dalam keterangan pers.
Gubernur Melki menyambut baik undangan tersebut. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada panitia yang telah datang langsung ke Kupang.
“Pada prinsipnya kami berterima kasih karena diundang dalam acara ini,” ujar Melki.
Melki mengaku telah beberapa kali merencanakan perjalanan ke Timor-Leste, tetapi belum terlaksana.
“Sudah berkali-kali saya batal ke Timor-Leste. Mudah-mudahan kali ini bisa terlaksana,” katanya.
Ia menegaskan Pemerintah Provinsi NTT siap memberikan dukungan sesuai kewenangan dan kemampuan, khususnya dalam hal koordinasi yang berkaitan dengan kawasan perbatasan.
“Kami siap membantu berbagai keperluan di perbatasan. Apa pun yang bisa kami bantu, kami siap,” tegasnya.
Undangan resmi kepada Gubernur NTT diserahkan langsung oleh Daniel Sword Gusmão selaku President of Organising Committee.
Menindaklanjuti undangan tersebut, Gubernur Melki berencana berangkat ke Timor-Leste pada 13 September 2026 untuk menghadiri puncak kegiatan.
Diikuti 17 Tim dari NTT

Pertemuan panitia penyelenggara yang dipimpin Daniel Sword Gusmão bersama rombongan dari Timor-Leste dengan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena. Foto/Istimewa
Panitia menjelaskan, kompetisi off-road akan dibuka pada 12 September 2026 dan dilanjutkan dengan babak final pada 13 September 2026. Setelah final, panitia akan menggelar gala dinner pada malam harinya.
Sebanyak 17 tim dari NTT dijadwalkan ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Para peserta berasal dari sejumlah daerah, di antaranya Kota Kupang, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Kabupaten Belu.
Kegiatan ini merupakan penyelenggaraan yang kedua. Panitia berharap kompetisi tersebut dapat digelar secara konsisten dan berkembang menjadi agenda rutin yang mempertemukan para pegiat otomotif dari Timor-Leste dan NTT.
Panitia juga telah berkoordinasi dengan organisasi otomotif di NTT untuk mempersiapkan keterlibatan peserta dalam kompetisi tersebut.
Buka Peluang Kerja Sama Lebih Luas
Pertemuan antara panitia dan Gubernur NTT tidak hanya membahas persiapan kompetisi off-road. Kedua pihak juga membicarakan sejumlah peluang kerja sama yang dapat dikembangkan antara NTT dan Timor-Leste.
Salah satu gagasan yang dibahas adalah penyelenggaraan festival bersama yang mengangkat kekayaan budaya dan tradisi kedua wilayah. Selain itu, terdapat peluang kerja sama di berbagai bidang, termasuk kesehatan.
Hubungan NTT dan Timor-Leste memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar hubungan antarwilayah maupun antarnegara. Masyarakat Timor Barat dan Timor-Leste memiliki keterkaitan sejarah, budaya, emosional, serta ikatan persaudaraan yang telah terjalin sejak lama.
Karena itu, berbagai kegiatan bersama, termasuk kompetisi off-road, dapat menjadi ruang untuk merawat hubungan persaudaraan sekaligus memperkuat kerja sama kedua pihak.
Melalui olahraga, budaya, tradisi, kesehatan, dan berbagai bidang lainnya, NTT dan Timor-Leste memiliki peluang untuk terus mempererat hubungan dan membangun kerja sama yang memberikan manfaat bagi masyarakat kedua wilayah.
Pertemuan tersebut ditutup dengan penyampaian apresiasi dan komitmen kedua pihak untuk terus membuka ruang komunikasi serta memperkuat hubungan persaudaraan antara masyarakat NTT dan Timor-Leste. (*)