Connect with us
Pakote Ahi

Justisa & Krime

Terdakwa Pemalsuan Dokumen Kalumban Mali Jadi Tahanan Rumah

Published

on

Hatutan.com, (10 Agustus 2023), Dili—Pengadilan Negeri Dili atau Tribunál Judisiál Primeira Instánsia Díli, resmi menetapkan terdakwa LBT atau diduga Kalumban Mali sebagai tahanan rumah atas dugaan kasus pemalsuan dokumen kewarganegaraan Timor Leste.

Baca Juga: Tersangka Pemalsuan Dokumen Kewarganegaraan Timor Leste Kalumban Mali Kembali Ditahan

Octávio Cardoso, pengacara terdakwa LBT saat memberikan keterangan kepada wartawan di Dili, Kamis (10/08/2023). Foto/Elio dos Santos da Costa

Dalam interogasi judisial di  Pengadilan Negeri Dili, Rabu petang (09/08/2023), hakim tituler Ana Paula Fonseca memutuskan tahanan rumah kepada terdakwa LBT atau diduga Kalumban Mali dikarenakan dukumen perkara yang dilimpahkan Jaksa Penuntut Umum belum memenuhi syarat dakwaan atas kejahatan pemalsuan dokumen kewarganegaraan Republik Demokrat Timor Leste (RDTL).

Jaksa Penuntut Umum melalui pengacara Rogério Viegas mendakwa LBT atau diduga Kalumban Mali dengan tiga kejahatan, yakni kejahatan pemalsuan dokumen, kejahatan pencucian uang (money loundry), serta kejahatan devassa (berbohong).  Namun karena tuduhan tersebut belum memenuhi syarat, maka hakim tituler, Ana Paula Fonseca memutuskan terdakwa LBT sebagai tahanan rumah. 

Advertisement

Octávio Cardoso, selaku pembela atau pengacara terdakwa LBT yang ditemui wartawan di Dili, Kamis pagi (10/08/2023),  mengatakan pihaknya sanggat memahami dan menerima putusan sementara Pengadilan Negeri Dili yang memutuskan kliennya sebagai tahanan rumah.

Wawancara yang dilakukan di kediaman Ketua Umum Partai Pergerakan untuk Perubahan (FRENTI-MUDANÇA), Ricardo Cardoso Nheu, di Kawasan Pantai Kelapa, Dili, Octávio Cardoso memaparkan bukti tuduhan yang dilimpahkan Jaksa Penuntut Umum kepada kliennya atau terdakwa LBT belum memenuhi syarat kejahatan.

Informasi  sebelumnya bahwa terdakwa LBT atau diduga Kalimban Mali bukan warga negara Timor Leste tetapi warga negara Indonesia yang juga merupakan daftar pencarian orang (DPO) oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT), pengacara Octávio  Cardoso menjelaskan berdasarkan dokumen identitas yang dimuliki terdakwa LBT menunjukan LBT kelahiran Timor Leste dan warga negara Timor Leste.

Terkait terdakwa LBT atau diduga Kalumban Mali sebagai DPO Kejadi NTT atas kasus korupsi yang telah dijatuhi hukuman 15 tahun penjara oleh pengadilan tingkat pidana korupsi (Tipikor) NTT pada 2016, Octávio  memilih bungkam dan tidak inggin berbicara perihal itu.

Untuk diketahui, Kalumban Mali terpidana korupsi pengadaan pupuk pada Dinas Pertanian NTT divonis secara in absensia selama lima belas (15) tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang sejak tahun 2016 lalu. Ini karena saat proses persidangan di Pengadilan Tipikor Kupang dengan agenda tuntutan, Kalumban Mali kabur melarikan diri.

Advertisement

Kalumban Mali kemudian masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT dan Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, yang ditetapkan sebagai DPO sejak tahun 2016 lalu.

Kalumban Mali tersangkut kasus pengadaan pupuk sebanyak 575 ton senilai Rp 976 juta. Kalumban Mali adalah Direktur CV Eka Cipta Persada dan dia ditahan sejak 28 Februari 2014. Sebalumnya pada Juli 2013, Kalumban Mali maju sebagai calon anggota legislatif (Caleg) Partai Amat Nasonal (PAN) untuk DPRD NTT.

Reporter : Rogério Pereira Cárceres

Advertisement
Kontinua Le'e
Advertisement
Hakarak Hato'o Komentariu?

Husik Hela Komentariu

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Justisa & Krime

Kazu Taa iha Bebora, Tribunál Aplika Aprezentasaun Periódika Bá Arguido Na’in-rua

Published

on

Hatutan.com, (25 Fevereiru 2024), Díli -Tribunál Judisiál Primeira Instánsia Díli (TJPID), Domingu (25/02/2024), halo primeiru interrogatóriu bá arguido na’in-rua ho inisiál J no HM ne’ebé halo tentativa omisídiu hodi uza samurai taa sidadaun ida iha karreta Grand-Max laran iha área Bebora, Díli.

(more…)

Kontinua Le'e

Justisa & Krime

Kazu Farmásia Moris Foun, Tribunál Aplika Medida Koasaun 4 bá Arguido Sira no Husu Polísia Fó Fila Ai-moruk Item 150

Published

on

Hatutan.com, (24 Fevereiru 2024), Díli -Tribunál Judisiál Primeira Instánsia Dili (TJPID) liuhosi primeira interrogatóriu, Sábadu (24/02/2024), aplika medida koasaun haat (4) bá arguido na’in-tolu (3) nu’udár jerente bá Farmásia Moris Foun relasiona ho kazu hatama ai-moruk ilegál ho item 150.

(more…)

Kontinua Le'e

Justisa & Krime

Hatama Ai-moruk Ilegál Fó Prejuizu bá Estadu

Published

on

Hatutan.com, (23 Fevereiru 2024), Díli– Membru Parlamentu Nasionál hosi  Bankada CNRT, Patrocínio dos Reis Fernandes, husu bá autoridade polisiál, Ministériu Públiku no Tribunál atu prosesa kazu hatama ai-moruk ilegál tanba  fó prejuizu bá Estadu.

(more…)

Kontinua Le'e
Advertisement

Trending