Connect with us

Aileu

KBRI, IPB, dan MAFFP Resmikan Akuakultur Farm di Aileu

Published

on

Hatutan.com, (19 Desember 2025), Aileu– Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Dili bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Kementerian Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Republik Demokratik Timor-Leste (MAFFP) meresmikan Akuakultur Farm di Distrik Aileu, Jumat (19/12/2025).

Baca Juga: KBRI Dili Gelar Indonesian Day 2025: Perkuat Hubungan Budaya dan Ekonomi untuk Integrasi ASEAN

KBRI Dili bersama IPB  dan Kementerian Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Republik Demokratik Timor-Leste (MAFFP) meresmikan Akuakultur Farm di Distrik Aileu, Jumat (19/12/2025). Foto/Zita Menezes

Peresmian ini merupakan bagian dari pengembangan akuakultur terpadu di Timor-Leste yang bertujuan untuk memerangi fenomena kurang gizi serta meningkatkan ketahanan pangan nasional.

Menteri Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Republik Demokratik Timor-Leste, Marcos da Cruz, menyampaikan apresiasinya terhadap proyek tersebut. Ia menegaskan bahwa Akuakultur Farm di Aileu merupakan sistem budidaya modern yang sangat dibutuhkan negara tersebut.

Advertisement

“Kita mengetahui bahwa Timor-Leste masih menghadapi masalah kurang gizi, khususnya pada anak-anak. Karena itu, sektor perikanan menjadi fokus untuk meningkatkan produksi ikan, baik dari laut maupun melalui budidaya air tawar,” ujar Marcos da Cruz dalam sambutannya.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah mengembangkan beberapa sentra budidaya ikan di Gleno, Viqueque, Maliana, dan Maubara untuk memproduksi benih ikan yang dapat dibudidayakan masyarakat. Namun demikian, hingga saat ini produksi ikan nasional masih belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi untuk sekitar 1,3 juta penduduk Timor-Leste.

Marcos menambahkan, pemerintah akan terus berkontribusi dalam mendukung proyek Akuakultur Farm, mulai dari penyediaan pakan ikan, pengelolaan kualitas air, hingga dukungan anggaran, agar proyek ini tetap berkelanjutan dan mampu menghasilkan ikan dalam jumlah besar guna memenuhi kebutuhan masyarakat serta mencegah malnutrisi.

Sementara itu, perwakilan KBRI di Dili, Nugroho Aribhimo, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kerja sama antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Demokratik Timor-Leste dalam Program Pengembangan Akuakultur Terpadu tahap pertama.

Peresmian Akuakultur Farm di Distrik Aileu. Foto/Zita Menezes

“Program hibah ini merupakan bentuk komitmen bersama kedua negara untuk memerangi malnutrisi dan meningkatkan ketahanan pangan di Timor-Leste. Program ini baru memasuki tahun pertama, dan diharapkan dapat dilanjutkan hingga tahun kedua dan ketiga agar manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan,” ujarnya.

Program tersebut terlaksana melalui sinergi antara Indonesian AID, IPB, MAFFP Timor-Leste, serta komunitas masyarakat Aileu. Nugroho menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi.

Advertisement

“Berkat kerja keras, dedikasi, dan semangat kebersamaan, seluruh tahapan program dapat berjalan dengan baik dan mencapai hasil yang membanggakan,” tambahnya.

Ke depan, KBRI berharap program ini terus dikembangkan. Indonesia berkomitmen untuk mendukung pembangunan Timor-Leste di berbagai sektor, termasuk sektor perikanan.

Di kesempatan yang sama, Wakil Dekan IPB, Mala Nurilmana, menjelaskan bahwa IPB telah melakukan survei awal sejak tahun lalu untuk menentukan lokasi yang paling tepat.

“Setelah mengunjungi beberapa daerah dan melalui berbagai pertimbangan, kami memilih Aileu sebagai lokasi pengembangan akuakultur terpadu budidaya ikan nila. Ikan merupakan sumber protein yang tinggi dan sehat, sehingga sangat penting dalam upaya pencegahan malnutrisi,” jelasnya.

Acara peresimian Akuakultur Farm di Distrik Aileu. Foto/Zita Menezes

IPB berharap program ini dapat berlanjut dengan peningkatan keterampilan pembudidaya ikan dan pengawalan berkelanjutan agar masyarakat dapat memanen hasil budidaya dengan optimal.

Sementara itu, Dewan Otoritas Distrik Aileu, João Bosco dos Santos, mengaku terharu dan bangga atas terwujudnya kerja sama antara Indonesia dan Timor-Leste di wilayahnya.

Advertisement

“Kami sangat bersyukur kerja sama ini dapat direalisasikan dengan teknologi modern. Ini sangat membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan perikanan. Kami berharap proyek ini dapat dikembangkan di daerah lain,” ujarnya.

Proyek Akuakultur Farm di Distrik Aileu ini didukung dana hibah dari Pemerintah Indonesia sebesar Rp4.512.801.238,00. Acara peresmian turut dihadiri masyarakat setempat, tokoh adat, serta para tamu undangan lainnya.

Wartawan: Zita Menezes

Advertisement
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Aileu

Tinan Tolu, Projetu EIF Susesu iha Laclo

Published

on

By

Haututan.com, (18 Jullu 2024), Aileu—Ajénsia internasionál Enhanced Integrated Framework (EIF) implementa ninia programa sira durante tinan tolu hahú hosi tinan 2022 to’o 2024 hetan susesu iha aldeia Laclo, suku Liurai, postu administrativu Aileu-Vila, munisipiu Aileu.

(more…)

Continue Reading

Aileu

Bee-Moos no Menus Profesór Sai Preokupasaun Komunidade Fadabloco

Published

on

Hatutan.com, (24 Maiu 2024), Aileu- Kondisaun  infraestrutura báziku, hanesan estrada, bee-moos ho menus profesór sai hanesan preokupasaun  esensiál komunidade Suku Fadabloco, Postu Administrativu Remexio, Munisípiu Aileu.

(more…)

Continue Reading

Aileu

Xefe Estadu Apoiu Nesesidade Báziku bá Família Defisiénsia no Vulneravel iha Fadabloco ho Açu-Mau

Published

on

Hatutan.com, (24 Maiu 2024), Aileu- Prezidente Repúblika (PR), José Ramos-Horta fó apoiu nesesidade báziku hanesan foos no mina inklui manta bá família vulneravel no defisiénsia iha Suku Fadabloco no Suku Açu-Mau, Postu Administrativu Remexio, Munisípiu Aileu.

(more…)

Continue Reading

Trending