Connect with us

Ekonomia

Bank Indonesia Siap Hadirkan Money Changer di Perbatasan RI-RDTL

Published

on

Hatutan.com, (15 Agustus 2023), Dili– Bank Indonesia akan menghadirkan tempat penukaran uang (Money Changer) di Perbatasan RI-RDTL.

Baca Juga : Taur dan Jokowi Berkomitmen Perkuat Kerja Sama TL-RI

Ilustrasi Bank Indonesia.

Dilansir oleh Victorynews, Selasa (15/08/2023), bahwa  Money Changer yang akan dihadirkan Bank Indonesia untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Perbatasan RI-RDTL.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT Daniel Agus Prasetyo, Sabtu (12/8/2023), usai menggelar Seminar Kedaulatan Rupiah 2023 di Wilayah Perbatasan RI-RDTL di ruang serbaguna PLBN Motain, Kabupaten Belu, Provinsi NTT mengatakan, untuk menghadirkan money changer berizin di perbatasan pihaknya akan berkoordinasi dengan perbankan.

Advertisement

“Selanjutnya, kita akan lihat kendalanya di mana kita akan dorong. Tapi pada prinsipnya siapa yang mau masuk duluan, apakah hanya satu ataukah semua. Dalam konteks ini, kita akan terlebih dahulu koordinasikan dengan perbankan untuk bisa memasang kotak ATM maupun membuka loket disini,” terangnya.

Ke depan, siapa tahu pelaku-pelaku usaha money changer yang berizin lebih banyak lagi hadir di Atambua, sehingga bisa tercipta ekosistem yang sudah terbangun.

“Misalnya, kalau ada mata uang asing harus ditukarkan ke money changer yang berizin. Kemudian bertransaksilah dengan rupiah di kawasan NKRI. Namun, pada prinsipnya kita akan dukung money changer diwilayah perbatasan,” ungkapnya.

Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan Motain, Engelberthus Klau menyampaikan terima kasih kepada Bank Indonesia yang sudah memberikan pemahaman tentang kedaulatan rupiah di wilayah perbatasan.

Tapi ada beberapa persoalan yang perlu disikapi, terutama dalam dunia perbankan.

Advertisement

“Yaitu tentang money changer yang berizin notabene belum ada di wilayah perbatasan ini. Masyarakat kedua negara ini mengalami kesulitan apabila mau tukar uang, mereka harus pergi ke Atambua atau ke Atapupu dengan jarak cukup jauh. Tapi, Puji Tuhan dan terima kasih kepada Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT sudah merespon bahwa akan menghadirkan money changer di perbatasan ini,” ungkapnya.

Ke depan, dengan hadirnya money changer berizin di daerah perbatasan tentu akan meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat setempat.

“Nah, ini akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Karena selama ini yang melakukan pelayanan disini hanya Bank NTT dan itupun seminggu sekali yaitu pada hari Selasa,” jelasnya.

Sementara mobilitas orang dan barang cukup signifikan maka dibutuhkan ATM dan money changer di sini.

“Masa, bangunan cukup megah tapi kotak ATM dan tempat penukaran uang tidak ada. Jadi sekali lagi kami sampaikan terimakasih kepada Bank Indonesia yang sudah memenuhi permintaan kami,” tandasnya.

Advertisement

Sumber: Victorynews

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ekonomia

BCTL Apela Ba Públiku Utiliza Moeda Sentavu 200 Tanba Lejitimu no Ofisiál

Published

on

By

Hatutan.com, (13 Marsu  2026), Díli– Banku Sentrál Timor-Leste (BCTL, siglá Portugés) apela ba públiku, liu-liu negosante sira, loja no estasaun kombustível sira, kontinua simu moeda sentavu 200 tanba osan ne’e legal.

(more…)

Continue Reading

Ekonomia

Prezidente Repúblika Husu Governu Tau Osan Hadia Tratór Unidade 16 iha Fatumaka

Published

on

By

Hatutan.com, (05 Marsu 2026), Díli– Prezidente Repúblika, José Ramos Horta, husu Governu atu hadia tratór tuan unidade 16 iha Fatumaka  hodi suporta  atividade agrikultór sira.

(more…)

Continue Reading

Ekonomia

Loja do Povu Balun Bankarrota, Kada Loja Hetan Subsídiu US$50,000.00 husi Governu

Published

on

By

Hatutan.com, (03 Marsu 2026), Díli-Loja do Povu ne’ebé  estabelese husi Governu liuhusi Ministériu Komersiu, Industeria no Ambiente (MCIA) iha tinan 2014 hodi fó subsídiu ba empreza lokal  sira iha munisípiu no iha Dili ho montante US$50,000.00 kada loja to’o ohin kuaze bankarota hotu.

(more…)

Continue Reading

Trending