Connect with us
Pakote Ahi

Internasionál

Derita Waskita: Terjerat Utang Jumbo, Duitnya Diduga Dikorupsi Berjemaah

Published

on

Hatutan.com, (02 Mei 2023), Dili– Kejaksaan Agung menetapkan Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Destiawan Soewardjono, sebagai tersangka. Dugaan korupsi di BUMN karya ini juga dilakukan berjemaah.

Baca Juga : Dirut Waskita Karya Dermawan S Jadi Tersangka, Ini Profilnya


Direktur Utama PT Waskita Karya Destiawan Soewardjono(Tangkapan Layar Video Kejaksaan Agung RI)

Selain dirut, ada tiga tersangka dari Waskita Karya. Belum lagi delapan tersangka lain di luar perusahaan dalam kasus proyek fiktif di Waskita Beton.

Kejagung langsung menahan Destiawan Soewardjono di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba Cabang Kejagung. Masa penahanan selama 20 hari sejak 29 April-17 Mei 2023.

Advertisement

Dalam kasus ini, Destiawan Soewardjono disebut memerintahkan dan menyetujui pencairan dana supply chain financing (SCF) dengan menggunakan dokumen pendukung palsu.

Dokumen palsu ini kemudian digunakan sebagai pembayaran utang-utang perusahaan yang diakibatkan oleh pencairan pembayaran proyek-proyek pekerjaan fiktif guna memenuhi permintaan tersangka.

Destiawan disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Terjerat utang jumbo

Waskita adalah satu dari sekian BUMN yang terjerat utang jumbo. Bahkan yang terbaru, karena tak sanggup membayar cicilan utang plus bunganya, perseroan terpaksa harus melakukan restrukturisasi utang.

Misalnya saja pada Februari lalu sebagaimana dikutip dari Kontan, Bursa Efek Indonesia (BEI) sampai menghentikan sementara atau suspensi perdagangan efek Waskita baik itu saham, obligasi, dan sukuk.

Advertisement

Suspensi ini dilakukan setelah Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) tanggal 15 Februari 2023 mengumumkan penundaan pembayaran bunga ke-15 Obligasi Berkelanjutan III Waskita Karya Tahap IV Tahun 2019 senilai Rp 2,3 triliun.

Selain itu, suspensi ini dilakukan dalam rangka menjaga perdagangan efek yang teratur, wajar, dan efisien.

Waskita Karya diketahui memiliki utang terbesar dari utang obligasi Rp 19,01 triliun, ditambah utang bank jangka panjang sebesar Rp 47,24 triliun per September 2022. Di mana porsi utang terbesar berasal dari 4 bank pelat merah antara lain BNI, Mandiri, BRI, dan BSI. Waskita Karya juga beberapa kali menerima suntikan duit APBN, seperti pada tahun 2021. Waskita Karya menerima Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp 7,90 triliun. Nilai suntikan negara tersebut ditetapkan oleh Menteri Keuangan berdasarkan hasil pelaksanaan penerbitan saham baru yang disampaikan oleh Menteri BUMN.

Respons Waskita dan Erick Thohir Menanggapi penetapan tersangka tersebut, manajemen Waskita Karya menyatakan, perseroan menghormati proses penyidikan yang dilakukan oleh Kejagung. “Sehubungan dengan kasus hukum yang sedang dijalani, manajemen perseroan menghormati segala proses penyidikan yang sedang dilakukan dan berkomitmen untuk kooperatif serta menyerahkan segala proses hukumnya kepada pihak berwenang,” tulis manajemen dalam keterangan tertulis. Perusahaan pelat merah ini memastikan kasus korupsi ini tidak berdampak secara signifikan pada kegiatan perseroan, baik secara operasional maupun keuangan. Perseroan menyebut akan tetap menjalankan seluruh program dan strategi sesuai dengan target.

“Dalam menjalankan proses bisnisnya, Waskita Karya selalu berpedoman kepada prinsip-prinsip good corporate governance (GCG) dan Waskita terus berkomitmen agar proses bisnis dijalankan sesuai dengan prinsip profesionalisme serta integritas yang tinggi,” ucap manajemen. Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir mengimbau perusahaan negara lainnya untuk bekerja secara profesional dan transparan. Hal ini agar tidak ada lagi tindak korupsi di perusahaan-perusahaan pelat merah ke depannya.

Advertisement

“Peristiwa ini sudah sepatutnya juga menjadi peringatan kepada BUMN lain untuk benar-benar bekerja secara profesional dan transparan sesuai dengan peta jalan yang telah ditetapkan,” ujar Erick dalam keterangannya. Ia mengatakan, pihaknya mendukung langkah penegakan hukum yang dilakukan Kejagung dalam kasus dugaan penyimpangan penggunaan fasilitas pembiayaan dari beberapa bank yang dilakukan Dirut Waskita Karya.

“Kementerian BUMN menghormati proses hukum yang berlaku,” kata Erick.

Mengerjakan Proyek di Timor-Leste

Untuk saat ini, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) memenangkan tender proyek pembangunan dan perluasan Bandara Internasional Presiden Nicolau dos Reis Lobato di Dili dengan nilai proyek US$ 72,506,762.02.

PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) juga sedang mengerjakan proyek konstruksi dan rehabilitasi jalan raya Noefefa-Oénenu, Oé-Cusse, Timor-Leste dengan nilai proyek US$ 22,000.00.

Advertisement

Menanggapi isu gugatan pailit terhadap PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) tersebut, Menteri Kabinet Dewan Menteri, Fidelis Manuel Leite Magalhães, mangatakan sampai saat ini pemerintah Timor Leste belum menerima informasi resmi soal dugaan pailit badan usaha milik negara Indonesia tersebut.

“Kami belum mendapat informasi tersebut, namun pemerintah Timor-Leste yakin bahwa pemerintah Indonesia akan mengambil langkah mitigasi karena perusahaan Waskita Karya (Persero) Tbk adalah sebuah badan usaha milik negara Indonesia,” tutur Menteri  Fidelis Manuel Leite Magalhães, menjawab Hatutan.com di Gedung Pemerintah Timor-Leste,  Dili, Rabu (26/4/2023).

Reporter : Vito Salvadór/Sumber: KOMPAS.com   

 

Advertisement
Kontinua Le'e
Advertisement
Hakarak Hato'o Komentariu?

Husik Hela Komentariu

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Internasionál

Relatóriu Ikus IPC, TL Enfrenta Nível Alarma Inseguransa Ai-han

Published

on

Hatutan.com, (01 Marsu 2024), Díli— Timor-Leste (TL) nia análize daruak kona-bá Klasifikasaun Faze Integradu (IPC– sigla inglés) Inseguransa Ai-han Agudu ne’ebé publika ohin loron hatudu katak, nivel frazilidade no deteriorasaun inseguransa ai-han iha munisípiu sanulu resin rua hosi sanulu resin haat iha Timor-Leste, iha períodu xoke klimátiku ne’ebé tutuir-malu ho aumenta ho folin ai-han ne’ebé aas.

(more…)

Kontinua Le'e

Internasionál

TL-Malázia Sei Asina Akordu Formál iha Aero

Published

on

Hatutan.com, (29 Fevereiru 2024), Díli—Malázia ho Timor-Leste (TL) sei selebra asinatura kooperasaun bilaterál iha área Aero nian hodi fasilita movimentasaun transporte aero entre país amigu rua, iha tempu badak.

(more…)

Kontinua Le'e

Internasionál

Vise-PM Francisco Kalbuadi Prontu Responsabiliza Delegasaun TL Bá Abu Dhabi

Published

on

Hatutan.com, (29 Fevereiru 2024), Singapura—Vise-Primeiru-Ministru, Ministru Koordenadór Asuntu Ekonómiku no Ministru Turizmu no Ambiente nu’udár mós Xefe Negosiadór Adezaun Timor-Leste nian bá Organizasaun Mundiál Komérsiu (OMK), Francisco Kalbuadi Lay, prontu responsabiliza prosesu hotu kona-bá delegasaun Timor-Leste nian partisipa iha serimónia solene no ofisial  adezaun Timor-Leste nian bá OMK  iha Abu Dhabi, Emiradus Arabes Unidus (EAU).

(more…)

Kontinua Le'e
Advertisement

Trending