Internasionál
Ramos-Horta Berharap Perundingan Rusia-Ukraina Capai Kesepakatan Damai
Published
4 years agoon

Hatutan.com, (17 Maret 2022), Dili- Peraih Hadiah Nobel Perdamian 1996, José Manuel Ramos-Horta, mengharapkan agar pemimpin Rusia dan Ukraina membuka pintu hati untuk duduk bersama melakukan perundingan damai demi masa depan masyarakat dan anak-anak di Rusia dan Ukraina.
Berbicara dalam Konferensi Internasional Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) yang diadakan melalui plataform zoom meeting, Kamis (17/03/2022), dari Dili, José Ramos-Horta, menyerukan kepada para pemimpin di dunia untuk bersama-sama memberi dorongan untuk terciptanya perundingan damai antara Rusia dan Ukraina.
“Diketahui bahwa perang antara Rusia dan Ukraina banyak menimbulkan korban jiwa dan sangat mempengaruhi estabilitas ekonomi dunia. Timor-Leste juga tidak luput dari dampak buruk invasi Rusia ke Ukraina yang mengakibatkan harga minyak di dunia melonjak dan kurs mata uang dollar memburuk,” kata Ramos-Horta kepada peserta konferensi internasional Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI).
Ramos-Horta yakin bahwa dalam waktu dekat konflik Rusia dan Ukraina segera mendapat solusi penyelesaian melalui perundingan damai.
“Yang mulia Paus Francisco sudah menyampaikan pesan damainya atas konflik Rusia dan Ukraina dan saya berharap konfilik tersebut segera berakhir dan dapat titik penyelesaian secara damai,” kata Ramos-Horta.

Peraih Hadiah Nobel Perdamian 1996, José Manuel Ramos-Horta berbicara melalui zoom meeting konferensi internasional Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Kamis (17/03/2022). Foto/Istimewa
Seperti dikutip Hatutan.com dari CNN Internasional, Minggu (13/03/2022), serangan Rusia ke Ukraina makin menggila. Rusia dikabarkan membombardir sebuah situs di kota Lviv, dekat perbatasan Polandia, negara NATO.
Setidaknya 30 rudal ditembakkan ke pangkalan milier Pusat Keamanan dan Perdamaian Internasional (IPSC), tempat pelatihan khusus tentara Ukraina untuk misi penjaga perdamaian. Rudal ditembakkan dari pesawat tempur di atas Laut Hitam dan Laut Azov.
Pasukan Rusia disebut juga makin dekat ke pusat ibu kota Ukraina, Kyiv. Dilaporkan Kementerian Pertahanan Inggris kemarin, tentara Moskow sudah berada di jarak 25 kilometer (km).
Kota-kota penting seperti Kharkhiv, Mariupol, Mykolaiv, Dnipro, Chernihiv dan Sumy juga masih terus digempur Rusia. Di kota Mariupol yang terkepung, citra satelit menunjukkan kerusakan dan kebakaran di gedung apartemen dan pompa bensin.
Pertemuan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) itu mengadirkan beberapa pembicara terkemuka dari kalangan diplomat di Asia Tengara dan dari berbagai negara di belahan dunia. Dalam kesempatan itu, Ramos-Horta mensinyalir bahwa kekhawatiran dunia termasuk Timor-Leste atas konfilik Rusia dan Ukraina segera mendapat penyelesaian damai.
Negosiasi antar Rusia dan Ukraina masih terus dilakukan. Delegasi Ukraina dan Rusia dilaporkan akan kembali mengadakan perundingan lanjutan pada Senin (14/03/2022), untuk membuat poin-poin baru mengenai gencatan senjata.
Penasihat Presiden Ukraina Mykhailo Podoliak mengatakan perundingan kali ini akan dilakukansecara virtual. Ini sedikit berbeda karena pertemuan sebelumnya dilakukan dengan pertemuan langsung.
“Lagi. Negosiasi berjalan tanpa henti dalam format konferensi video. Kelompok kerja terus berfungsi. Sejumlah besar masalah membutuhkan perhatian terus-menerus. Pada hari Senin, 14 Maret, sesi negosiasi akan diadakan untuk menyimpulkan hasil awal,” cuitnya di Twitter, dikutip CNN International.
Sementara itu, perundingan sendiri tercatat telah tiga kali dilakukan oleh kedua negara. Yang terbaru dilakukan di Turki pada Kamis pekan lalu dan dihadiri langsung oleh Menlu Ukraina Dmytro Kuleba dan Menlu Rusia Sergey Lavrov.
Perundingan yang berjalan 1,5 jam itu dilaporkan gagal dalam menyepakati hal-hal terkait penghentian perang. Perundingan itu hanya menyepakati beberapa poin mengenai gencatan senjata semenatara untuk evakuasi.
Rusia telah melancarkan tekadnya untuk terus menyerbu Ukraina sampai tujuannya tercapai. Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut akan memaksa Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk tidak memihak ke NATO serta mengakui pencaplokan Krimea.
Meski begitu, Zelensky sempat mengatakan Kyiv sudah mencapai titik balik strategis dalam serangan ini. Meski tidak merinci secara pasti mengenai hal ini, ia meminta warga Ukraina bersama sampai kemenangan tercapai.
Rangkuman Situasi Terkini Rusia vs Ukraina, Jumat 18 Maret
Invasi Rusia ke Ukraina belum kunjung usai. Pasukan Kremlin terus menggempur pertahanan Ukraina.
Sementara pasukan Ukraina dari militer hingga milisi memberikan perlawanan sengit. Berikut rangkuman situasi terkini Rusia vs Ukraina, Jumat (18/3) pagi:
320 Ribu Warga Ukraina Dikabarkan Pulang untuk Lawan Rusia
Lebih dari 320 ribu warga Ukraina telah kembali sejak Rusia menginvasi negara tersebut sejak Kamis (24/02/2022). Layanan Penjaga Perbatasan Negara Ukraina mengatakan sebagian besar warga yang kembali adalah laki-laki.
Tak hanya itu, mereka juga mengatakan para warga kembali untuk membantu Ukraina berperang melawan pasukan militer Rusia.
“Warga laki-laki kami tidak menyerah. Jadi kami perlu membantu, kami perlu berjuang untuk negara kami,” ucit Layanan Penjaga Perbatasan Negara seperti dikutip CNN, Kamis (17/3).
Wali Kota Velykoburlutska Ukraina Disebut Ditangkap Pasukan Rusia
Kepala Administrasi Negara Daerah Kharkiv Syniehubov mengungkapkan Wali Kota Velykoburlutska Viktor Tereshchenko telah ditangkap pasukan Rusia pada Kamis (17/3). Velykoburlutska merupakan kota di wilayah timur laut Kharkiv, Ukraina.
“Kami mendapat berita hari ini bahwa [Rusia] menangkap kepala komunitas Velykoburlutska, Viktor Nikolaevich Tereshchenko. Orang-orang seperti itu perlu memiliki keamanan,” tulis Syniehubov lewat pesan video seperti dikutip CNN, Kamis (17/3).
“Victor Nikolaevich diculik hanya dari tempat kerjanya dan dibawa ke kantor polisi setempat. Mereka menahannya dan tidak akan membebaskannya,” kata Syniehubov.
Biden dan Xi Jinping Bakal Bahas Invasi Rusia ke Ukraina Hari Ini
Presiden AS Joe Biden bakal berkomunikasi dengan Presiden China Xi Jinping melalui panggilan telepon pada Jumat (18/3) waktu setempat. Komunikasi itu dilakukan ketika Washington menekan China untuk tidak mendukung invasi Rusia ke Ukraina.
“Biden dan Xi akan membahas pengelolaan persaingan kedua negara, serta perang Rusia melawan Ukraina, dan masalah lain yang menjadi perhatian bersama,” kata Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki.
Ia juga mengatakan panggilan telepon itu bakal dilakukan atas kesepakatan bersama. Hal tersebut disampaikan sebagai tanggapan mengenai AS atau China yang menginisiasikan komunikasi tersebut.
Zelensky: Perang Dunia III Mungkin Sudah Dimulai
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Rusia mungkin telah memulai Perang Dunia III dengan melancarkan agresi ke negara Eropa Timur itu.
“Tak ada yang tahu apakah itu (Perang Dunia III) sudah dimulai. Dan apa kemungkinan perang ini jika Ukraina akan jatuh? Sangat sulit untuk mengatakannya,” kata Zelensky kepada NBC Nighlty News saat ditanya mengenai kekhawatiran AS soal ketegangan yang terus meningkat dengan provokasi Moskow.
Negara-negara Arab Masih Membisu soal Invasi Rusia
Sejumlah negara Arab seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) masih belum buka suara terkait invasi Rusia ke Ukraina. Menurut pengamat hal ini karena mereka sadar peran Rusia di bidang keamanan kawasan saat berhadapan dengan Israel.
Menurut pengamat Hubungan Internasional dari Universitas Padjajaran, Teuku Rezasyah, negara-negara Arab diam saja tak mendukung atau melawan Rusia karena memahami peran keamanan Moskow di negara itu.
“Mereka sadar akan peranan aktif Rusia dalam membangun sistem pertahanan negara-negara Arab, termasuk saat mereka langsung berhadapan dengan Israel,” kata Rezasyah saat dihubungi CNNIndonesia.com.
Reporter: Vito Salvador/Rogerio Cárceres/CNN Internasional
You may like

Povu Mak Na’in Loloos ba Palásiu Prezidensiál

Ramos-Horta Husu Ajuda Hosi g7+ Atu Lori Fila Timoroan Sira iha Timor Osidentál

Ministru Justisa Vizita Pertamina Internasionál Antes Asina Kontratu Arrendamentu Terrenu

Santos Limited Sei Maximiza Produsaun Mina iha Bayu Undang

Tempu Ona TL Halo Balansu ba Direitu Traballadór Doméstika

Prezidente Repúblika Promulga Lei ba Planu Boot Sira
Internasionál
PM Xanana Husu Haforsa Diálogu no Páz Ba Estabilidade Rejionál
Published
3 months agoon
28/10/2025
Hatutan.com, (28 Outubru 2025), Díli— Primeiru-Ministru Repúblika Demokrátika Timor-Leste (PM-RDTL), Kay Rala Xanana Gusmão, haktuir hikas importánsia pás no haforsa diálogu hodi garante dezenvolvimentu sustentável liután iha rejiaun ASEAN tomak.
Internasionál
Timor-Leste Marká Tán Istória Ida Tama ASEAN, Ramos-Horta Husu Hametin Dame, Servisu Maka’as ho Onestidade
Published
3 months agoon
28/10/2025
Hatutan.com, (28 Outubru 2025), Díli– Prezidente Repúblika, José Ramos-Horta hateten loron 26 fulan-Outubru 2025 marka tán istória ida bá Timor-Leste sai membru plenu ASEAN bá dala-11, nune’e husu povu no Governu hametin nafatin dame no tenke servisu makaas ho ónestidade.
Internasionál
Tribunál Manila Deklara Arnie Teves Jr “Inosente” husi Asasinatu Omisídiu iha 2019
Published
7 months agoon
15/07/2025
Hatutan.com, (15 Jullu 2025), Dili--Tribunál Manila, Segunda (14/07/2025), hatama ona deklarasaun “La sala” (inosente) ba eis reprezentante Negros Oriental Arnolfo Arnie Teves Jr iha nia kazu omisídiu ba alegasaun omisídiu iha Negros Oriental iha tinan 2019.

Rekrutamentu Kadetes PNTL Diskriminativu, Ministériu Interiór ho Komandu PNTL Dezobediénsia Ba Desizaun Tribunál

Komisaun B Sei Buka Faktu Diskriminasaun iha Rekrutamentu Kadetas Foun PNTL

PNTL Kaptura Suspeitu JG ho UF Ba Kazu Violasaun no Koasaun Seksuál

Kandidatu Ajente PNTL Na’in-50 Submete Keixa Ba PDHJ

Deskonfia, Familiarizmu iha Rekrutamentu Kadetes Foun PNTL

DIT Hahú Introdús ba Estudante Sira Kona bá Seguransa ba Dadus Importante

IGJ Legaliza Corais Timor bá Atividade Futu-Manu

STOP PRESS: Ministru Nino Pereira Konsumu Dose Kontamina ho Frasku Halo Nanál Kanek no Ran

Indonesia dan Timor-Leste Perkuat Kerjasama Ekonomi, Sosial Budaya, dan Pariwisata

Governu Indika BTK Hadi’a Trotoár Naksobu iha Área Bebora

Asesu Gratuita HATUTAN.com

Hafoin Ferias Judisiáriu PGR Sei Ko’alia Kazu Set-top Box RTTL,E.P

Xefe Estadu TL Kondekora Militár Korea Súl Ne’ebé Mate iha Oé-Cusse

PCIC Detein MG Lori Osan Falsu Hosi Inglaterra

PR Simu Karta Kredensial Husi Embaixadór Brunei Darussalam ho Reinu España
Trending
Dili4 days agoOfisiál Mídia SEKOMS Impede Jornalista Hatutan.com Halo Kobertura iha RTTL,E.P
Justisa & Krime4 days agoTribunál Rekursu Deside Estadu Selu Kompensasaun bá Gil da Costa “Puto Naldo Rei”, Antigu Prezidente RTTL,E.P
Nasionál1 week agoPM Xanana Aprésia Hatutan.com Kestiona Liberdade Imprensa iha SEKOMS Nia Oin
Saúde1 week agoIha HNGV, Família Kous De’it Pasiente Moras Dengue Tuur iha Kadeira Hodi Baixa no Hetan Tratamentu
Dili5 days agoAsidente Tráfiku iha Área Eskola UNAMET, Joven Na’in-rua Lakon Vida
Saúde1 week agoPrezidente Ramos-Horta Dehan Imposivél Evita Kazu Moras Dengue iha Timor-Leste
Saúde1 week agoMS Élia dos Reis Amaral Husu Komunidade Labele Soe Lixu Arbiru
Polítika5 days agoKomisaun A Preokupa Servisu Asesór iha Ministériu Sira













